Senin, 30 Juli 2012

Membuat/Mendesain Website di Linux

Di tulisan sebelumnya saya telah membahas tentang belajar bahasa pemrograman di Linux. Nah di tulisan kali ini saya akan saya akan sedikit lebih spesifik, bagaimana caranya mendesain dan mengembangkan aplikasi berbasis web di Linux.

Saya memulai belajar HTML ketika saya masih duduk di bangku SMK. Dokument HTML pertama kali yang saya buat menggunakan text editor di Windows, Notepad. Yeah, mungkin waktu itu sistem operasi yang saya kenal hanya Windows saja. Dan tentunya hanya itu text editor yang saya pakai pada saat itu. Pengetahuan saya masih minim, saya tidak mengenal IDE seperti Dreamwaver dan teman-temannya. Ketika saya mengenal Dreamwaver, saya merasa membuat sebuah dokumen HTML sangatlah mudah. IDE ajaib ini telah mengubah pandangan saya mengenai cara membuat dokumen HTML. Sudah ada Dreamwaver mengapa harus menggunakan notepad?

Jika menggunakan notepad, aktifitas mencet keyboard adalah 100%, hasil pencetan tadi harus kita cek dengan menggunakan web browser.  Dan jika menggunakan Dreamwaver tinggal klik sana, klik sini, ketik dikit jadi deh. Dan yang lebih canggih, kita tidak perlu mengecek layout yang kita buat lewat browser. Sangat gampang dan cepat. Namun itu tidak bertahan lama, ketika saya sudah mulai belajar pemrograman berbasis web seperti PHP, dan Javascript. Pada saat itu dominan desain yang saya buat masih Tables atau sebagian besar menggunakan tabel, jadi masih ngga masalah jika hanya menggunakan Dreamwaver. Tapi ketika menggunakan CSS, ceritanya lain lagi. Apalagi setiap web browser menampilkan layout yang kita buat dengan cara yang berbeda-beda, terutama Internet Explorer. Yeah, IE memang web browser yang selalu ingin tampil beda. Buat desainer web pasti ngerti maksud saya hehehe :D




Kita tidak bisa mencoba aplikasi yang kita buat menggunakan PHP, Javascript atau bahasa pemrograman yang lainnya via IDE, yang paling bagus buat ngetes ya web browser itu sendiri. Pokoknya web browser ngga bakalan pernah bohongin kita deh. Nah dari sana saya berfikir, ngga ada lagi IDE yang super canggih untuk desain website. Dalam desain atau pemrograman web, yang canggih itu harus logika dan ide kita sendiri. Nah karena pada saat itu spesifikasi komputer yang saya gunakan bisa dibilang "merangkak" dan ketika menjalankan Dreamwaver leletnya minta ampun, saya kembali berfikir untuk menggunakan Notepad saja daripada Dreamwaver. Toh juga nantinya test programnya lewat browser, bener ngga? Dan pada akhirnya ketemulah sama Notepad++, mungkin bisa dibilang Cucunya Notepad yang tampil lebih smart dari moyangnya.

Selanjutnya, dalam mengembangkan aplikasi bebasis web, sebelum mengenal Linux, saya biasanya menggunakan Notepad++ sebagai text editor. Ketika teman-teman saya melihat saya ngoding menggunakan Notepad++ mereka pasti akan menyarankan menggunakan Dreamwaver, dan tentu saja dengan sedikit sombong saya jawab, "Sama saja". He he he, maaf jika pembaca tidak berkenan tapi begitulah menurut saya. Yah, daripada harus menjalankan Dreamwaver dengan resource yang lumayan besar, saya lebih memilih Notepad++ dengan resource yang lebih sedikit namun powerfull. Lagipula Dreamwaver berbayar pula alias ngga ngratis, jika ada versi terbaru kita tentu harus membelinya.

Oke itu pengelaman saya jika mengembangkan aplikasi berbasis web di Windwos, lain ceritanya jika di Linux. Jika di Linux saya punya daftar tersendiri buat aplikasi untuk mengembangkan aplikasi berbasisw web. Kira-kira inilah aplikasi yang sering saya gunakan.

1. Bluefish.
Inilahh editor yang paling saya gemari jika sedang mengembangkan aplikasi berbasis web dengan menggunakan sistem operasi Linux. Sebenarnya Bluefish tidak hanya ada di Linux tapi juga tersedia untuk sistem operasi Windows. Masih saudaraan dengan Notepad++ menurut saya. Namun dia memiliki keahlian khusu yaitu untuk web application. Dilengkapi dengan fitur autocomplete jadi sangat membantu dalam pengembangan aplikasi berbasis web. Selain itu bluefish sangat ringan dan hanya memerlukan sedikit resource. Pokoknya mantep deh, dan menurut banyak developer web yang bekerja menggunakan Linux, Bluefish adalah editor yang sangat disarankan.

Cara Install (Debian, Ubuntu, Linux Mint dan turunannya)
sudo apt-get install bluefish
Atau distro Linux lainnya download di sini

2. Geany
Saya bisa ibaratkan Notepad++ dan Geany itu sebelas duabelas deh. Sangat mirip banget, multifungsi dan ringan. Mendukung banyak bahasa pemrogaman seperti Pascal, Java, PHP, C, C++ dan lain sebagainya.

Cara Install (Debian, Ubuntu, Linux Mint dan turunannya)
sudo apt-get install geany 
Atau distro Linux lainnya download di sini

3. Aptana Studio
Jika pembaca memiliki spesifikasi komputer yang tinggi, saya sarankan menggunakan aptana studio. Full fitur dan lengkap itulah Aptana Studio. Ngga tanggung, dilengkapi dengan code validator, dan masih banyak lagi plugin-plugin lainnya. Anda bisa mendapatkan Aptana Studio dari aptana.com tentunya dengan cuma-cuma

Sebenarnya masih banyak lagi editor-editor yang bagus lainnya, namun menurut pengalaman saya, tiga yang saya sebutkan di atas merupakan yang paling baik. Anda punya banyak pilihan, bahkan gedit text editor standar di Linux juga bisa anda gunakan. Namun untuk masalah web development, saya merekomendasikan tiga aplikasi yang saya sebutkan di atas. Kenapa saya tidak menyebutkan semua? Agar pembaca tidak bingung dan menginstal banyak editor di system pembaca. Untuk aplikasi berbasis web, cukuplah ketiga editor tersebut. Ini sih versi saya, mungkin pembaca masih punya editor yang menurut pembaca lebih baik, jadi kembali ke diri masing-masing saja, jika sudah nyaman dengan pilihan pembaca, mengapa harus beralih ke editor lainnya?

Untuk membuat atau mengedit gambar untuk desain website anda anda bisa menggunakan GIMP dan Inkscape dan kebanyak distro Linux sudah menginstallnya secara default. Mungkin pertama kali menggunakan GIMP ataupun Inkscape akan sedikit kebingungan, namun setelah dipelajari saya yakin anda pasti bisa menggunakannya. Jika GIMP atau Inkscape belum terinstall di system Linux anda berikut adalah cara untuk menginstallnya (Debian, Ubuntu, Linux Mint, dan turunannya).

GIMP
sudo apt-get install gimp
Inkscape
sudo apt-get install inkscape
Jika anda ingin belajar tentang GIMP dan Inkscape anda bisa belajar dari sangguru.com  (tutorial berbahasa Indonesia)

Nah selanjutnya, bagaimana cara menginstall web server di Linux? Saya akan memberitahukan cara yang paling mudah dan tentunya paling cepat. Anda hanya perlu menginstall LAMPP (XAMPP), sehingga anda tidak perlu menginstall PHP, apache dan MySql secara terpisah. Silahkan download terlebih dahulu LAMPP di sini. Jika sudah selesai mendownload, silahkan letakan file file xampp-linux-x.x.x.tar.gz di direktori /home. Buka terminal dengan menekan Ctrl + Alt + T atau dari Accessories > Terminal kemudian ketikan:
sudo tar xvfz xampp-linux-x.x.x.tar.gz -C /opt

Ubah huruf X sesuai dengan kode versi dari XAMPP yang anda download, misalkan XAMPP-1.8.0.tar.gz. Perintah tersebut akan mengekstrak file yang anda download tadi ke direktori /opt.
Untuk menjalankan service, ketikan:
sudo /opt/lampp/lampp start

Nah sekarang, service (apache, PHP, dan MySql)  anda sudah berjalan. Cobalah ketikan 127.0.0.1 atau localhost di web browser anda untuk mengecek apakah XAMPP anda sudah terinstall dengan benar.

Folder htdocs anda berada di /opt/lampp/htdocs/  nah langkah terakhir adalah mengubah hak akses folder tersebut agar anda bisa membaca, menulis, atau menjalankan file, folder, atau aplikasi di folder tersebut lewat Nautilus. Silahkan ketikan perintah berikut di Terminal.
sudo chmod 777 -R /opt/lampp/htdocs

Mungkin sekian dulu tuilisan kali ini, semoga bermanfaat bagi pembaca.

4 komentar:

  1. gan ada tutorial Aptana Studio gak
    mohon dishared,
    by:budiamanprasetyo@gmail.com

    BalasHapus
  2. terima kasih gan.. artikenya sangat membantu

    BalasHapus
  3. terimakasih gan artikelnya sangat membantu

    BalasHapus
  4. Terima Kasih Ya Neng, Semoga Saya bisa mengambil manfaat dari Tutorial ini

    BalasHapus